Kapolda Jatim Copot AKBP William dari Kursi Kapolres Tuban, Publik Desak Bersih-bersih hingga Tambang Ilegal Ngepon

Kapolda Jatim Copot AKBP William dari Kursi Kapolres Tuban, Publik Desak Bersih-bersih hingga Tambang Ilegal Ngepon

 

Ilustrasi



Kabupaten Tuban — Guncangan besar terjadi di jajaran Polres Tuban. Kapolda Jawa Timur resmi mencopot AKBP William Cornelis Tanasale dari jabatan Kapolres Tuban melalui Surat Perintah Sprin/2611/XII/KEP/2025 tertanggal 8 Desember 2025. Keputusan mendadak ini langsung memicu perhatian publik karena selama ini berbagai persoalan di Tuban dinilai mandek tanpa kejelasan penanganan.

Menurut sumber terpercaya menyebut, pencopotan dilakukan setelah munculnya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan temuan penyidik internal terkait dugaan penerimaan aliran dana gelap hingga praktik pemotongan anggaran operasional di lingkungan Polres Tuban. Meski detail hasil pemeriksaan belum dibuka ke publik, langkah tegas Kapolda Jatim ini dianggap sebagai sinyal bahwa ada persoalan serius yang tidak bisa lagi ditutupi.

Untuk menjaga stabilitas organisasi, Kapolda Jatim menugaskan Kombes Pol Agung Setyo Nugroho sebagai Plt. Kapolres Tuban, sekaligus menandai dimulainya fase baru harapan masyarakat terhadap pembenahan aparat penegak hukum di daerah tersebut.

Lepas dari pencopotan Kapolres, masyarakat Jatirogo kembali melontarkan kritik keras. Aktivitas pertambangan batu bara dan pasir silika yang diduga ilegal di Dusun Krajan, Desa Ngepon disebut telah berjalan lebih dari satu bulan tanpa satu pun tindakan represif dari aparat.

Dalam laporan warga yang beredar, aktivitas tersebut diduga melibatkan oknum perangkat desa, termasuk Kepala Desa Ngepon, Mansur dan Joko, Budi serta Agung. Namun hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak desa maupun Polres Tuban.

Baca Juga : Tambang Batubara dan Pasir Silika Ilegal di Jatirogo Diduga Kebal Hukum, Mansur dan Oknum Polisi Kompak Blokir Wartawan | https://www.skandalpost.com/2025/11/tambang-batubara-dan-pasir-silika.html

Ironisnya, warga mengatakan laporan, bukti, hingga pemberitaan media sudah dikirimkan ke berbagai level kepolisian bahkan ke Kapolri namun alat berat tetap bekerja, truk tetap keluar masuk, dan aktivitas terus berlanjut seolah tanpa hambatan.

Di tengah situasi itulah publik menaruh harapan besar pada Plt Kapolres Tuban. Warga mendesak penindakan cepat, transparan, dan tanpa kompromi, terutama mengingat praktik tambang ilegal selama ini dituding menjadi ladang keuntungan bagi oknum tertentu.
Masyarakat Menunggu ‘Tindakan Nyata’, Bukan Sekadar Pergantian Jabatan

Pergantian pucuk pimpinan Polres Tuban dinilai sebagai momentum besar. Namun masyarakat mengingatkan bahwa pembersihan tidak akan berarti apa-apa jika tambang ilegal di Desa Ngepon dibiarkan berlanjut.

Warga berharap Plt Kapolres baru segera turun langsung ke lokasi, menghentikan operasional tambang yang diduga ilegal, memeriksa semua pihak yang disebut dalam laporan warga, serta membuka hasil penindakan secara transparan.

Karena bagi masyarakat Desa Ngepon, pencopotan Kapolres hanyalah permulaan, yang ditunggu adalah penegakan hukum yang benar-benar menyentuh akar persoalan. (Red)

Post a Comment

أحدث أقدم